Subscribe:Posts Comments

You Are Here: Home » Tajuk Harian Aceh » Waspadai Daging Ilegal

MESKI Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh menjamin kebutuhan daging pada hari meugang Ramadhan 1431 Hijriah mencukupi, tapi perlu mewaspadai beredarnya daging impor ilegal.

Mahalnya harga daging sapi saat meugang Puasa dan Lebaran, tidak tertutup kemungkinan akan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memasukkan daging impor secara ilegal. Karena itu, perlu kewaspadaan kita bersama.

Biasanya, empat hari meugang, harga daging di Aceh bisa menembus Rp100 ribu per kilogram. Kondisi itu bisa saja dimanfaatkan pedagang mencari daging murah dan menjualnya dengan harga tinggi di Aceh. Bahkan dengan sedikit saja “miring” dari harga daging sapi lokal, daging impor ilegal—dicampur dengan daging lokal— pasti laris manis.

Namun tahukah kita kualitas daging impor itu? Apalagi daging sapi atau daging hewan ternak manapun saat ini rawan berbagai penyakit. Penyakit BSE (sapi gila) dan PMK (penyakit mulut dan kuku), atau bahkan dari sapi yang tidak sehat.

Selain prosedur pasokannya ilegal, komoditas daging impor juga tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi oleh masyarakat kita. Karena, kebanyakan daging dari luar itu tidak memenuhi standar HAUS (halal, aman, utuh, dan sehat).

Pada saat jelang meugang sebelumnya, banyak pihak menduga ada sekitar 40 persen daging sapi yang beredar di Aceh dipasok secara ilegal dari India. Karena itu, jelang meugang tahun ini kita harapkan aparat terkait dan pemerintah daerah mampu  mengontrol peredaran atau pasokan daging ilegal asal luar negeri ke Aceh.

Kepada konsumen, masyarakat Aceh pada umumnya yang gemar makan daging, kita juga berharap bisa mengurangi konsumsi makanan “berat ” dan mahal itu. Selain mengurangi berbagai dampak penyakit, kita bisa ikut mengurangi dampak perubahan iklim global atau global warming dengan mengurangi daging, apalagi kalau mampu ber-vegetarian. Ini karena rantai kehidupan yang akan lebih baik, menghijaukan bumi akan lebih memperkaya gas bio di udara. Kurangi makan daging, atau kurangi impor daging ilegal, yang berbahaya dari sisi penyakit dan perekonomian peternak lokal.

Selain itu, jika daging impor ilegal ini tidak segera ditangani, dikhawatirkan kerugian besar bagi pembangunan peternakan nasional akan terjadi, khususnya bagi industri peternakan sapi potong rakyat yang telah dibina selama ini. Hal ini juga sangat merugikan masyarakat pedesaan kita yang menjadikan ternak sapi tradisional sebagai investasi jangka panjang.

Baca Juga >>

Leave a Reply

© 2010 BLOG HARIAN ACEH · Subscribe:PostsComments · Designed by Theme Junkie · Powered by WordPress