Sebanyak 8.065 orang, Minggu (15/11) besok, akan mengikuti ujian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk memperebutkan 180 formasi di Kanwil Departemen Agama (Depag) Aceh. Melihat jumlah pelamar dengan jumlah formasi yang tersedia, menunjukkan minat warga menjadi PNS masih sangat tinggi. Rata-rata rasio formasi dengan pelamar 1:45. Rasio rata-rata minat pelamar CPNS di Aceh mungkin lebih mengejutkan pada formasi untuk pemerintah daerah yang proses penerimaannya masih berlangsung.
Timbul pertanyaan di benak kita, benarkah keinginan untuk menjadi pegawai negeri itu keluar dari hati nurani mereka sendiri…? Pertanyaan itu sebenarnya terdengar sedikit konyol karena jawaban yang diinginkan tidak akan pernah ditemui.
Namun sebenarnya, bila kita mencoba bicara jujur pada diri sendiri, jawaban yang tersedia hanya akan membuat bumi pertiwi ini menangis. Hampir bisa dipastikan bahwa keinginan untuk menjadi seorang pegawai negeri semata hanya untuk mendapatkan masa depan yang lebih terjamin. Di akhir pengabdian seorang pegawai negeri akan menerima uang pensiun dan berbagai kemudahan jauh lebih terjamin dibanding bila bekerja pada sebuah perusahaan meski bonafid sekalipun.
Selain itu, di mata keluarga yang ’PNS maniak’ sangatlah tidak sia-sia jika seorang anak, adik, keponakan, saudara dan sebagainya yang sudah bersusah payah mendapat gelar sarjana setelah selesai pendidikan bisa diterima menjadi pegawai negeri. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, sakit dahulu dan senang kemudian.
Meski honor yang dibayar tidak rutin bahkan enam bulan sekali, dan keahlian yang tidak seberapa si calon yang sudah pernah mengabdi selama bertahun-tahun lebih bertahan memilih bekerja di kantor pemerintah daripada sebuah perusahaan yang menjanjikan gaji yang menggiurkan namun harus bermodalkan keahlian. Sulitnya diterima menjadi seorang pegawai negeri lebih menjadi pilihan daripada harus menambah keahlian seperti berbahasa asing, komputer dan sebagainya agar bisa diterima di salah satu perusahaan.
Konyolnya, setelah diterima menjadi CPNS dan selanjutnya diangkat menjadi PNS, keinginan mendapatkan penghasilan tetap dan jaminan hari tua tak diimbangi dengan melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat. Saat jam kerja, yang mereka lakukan jauh dari harapan bahkan mengecewakan. Pada hari Senin, di pasar, dan di warung kopi dipenuhi orang berseragam hijau yang menghabiskan waktu dengan ‘bermain’ atau ngobrol dengan sesama rekan sekantor.
Demikian pula hari-hari selanjutnya di mana mereka yang berseragam coklat muda dengan bangganya ber ’wara-wiri’ di jalanan dan tempat-tempat umum lainnya. Suasana kantor pun setiap saat berubah sesuai keberadaan pimpinan tertinggi pada instansi masing-masing. Contohnya saja,bila pimpinan berada di tempat maka para pegawai hadir bekerja tepat waktu namun sebaliknya bila pimpinan berangkat ke luar kota bahkan luar negeri maka suasana kantor nampak lebih santai bahkan lengang.
Tidakkah mereka sadar bahwa gaji yang diperoleh berasal dari pajak maupun retribusi yang dibayar masyarakat. Namun pelayanan yang diberikan kepada si pembayar pajak hingga saat ini belum memuaskan. Birokrasi yang berbelit-belit serta ’uang capek’ alias ’pelicin masih juga diterima.
Berbagai telah ditempuh, agar efektivitas dan efisien kerja aparatur bisa maksimal. Mulai penerapan sistem pelayanan satu atap, hingga pemberian sanksi kepada PNS yang tidak bekerja maksimal.
Jangan sampai anggapan keberadaan PNS hanya jadi beban anggaran, semakin melekat di benak masyarakat. Kalau pekerjaan tidak memerlukan banyak orang, tentu mubazir kalau tiap tahun dilakukan penerimaan. Ini hanya akan menambah jumlah ’pengangguran berseragam’ yang setiap pagi termangu di balik meja sambil menghitung tanggal muda.[]
Saya lulusan SMAN 1 Banda Aceh Tahun 2007
Saya Sarjana pada Universitas Wijayakusuma Purwokerto tahun 2004
Pengalaman dibidang Pengairan selama 5 tahun
Saya berkeinginan untuk dapat memajukan aceh karena saya sudah mencintai aceh semenjak saya dari smp.
tolong saya dibantu dicarikan pekerjaan disana
neuwo keuno U aceh tgk.
bek lalo lee di jawa…..