Memilih yang Terbaik

Tajuk Harian Aceh - 25 January 2012 | 1 Komentar

Tidak lama lagi, kita akan memilih pemimpin yang akan menentukan nasib Aceh lima tahun ke depan. Selain pemilihan gubernur/wakil gubernur, juga ada 17 kabupaten/kota yang melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak.

Meski jadwal pencoblosan masih harus menunggu putusan tetap Mahkamah Konstitusi, tapi ada baiknya dari sekarang kita harus menimbang-nimbang kandidat yang akan kita pilih nanti. Karena, bila salah pilih dalam sekali coblos itu, tentu akan membawa kerugian panjang bagi perjalanan Aceh ke depan.

Melihat banyaknya pasangan calon yang maju di setiap daerah maupun di tingkat provinsi, membuat kita sedikit sulit menentukan pilihan. Terlebih para calon yang tampil juga bervariasi, muncul dari berbagai elemen masyarakat dan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda.

Meski begitu, kita tetap harus memilih salah satu pasangan di antara mereka yang bertarung di Pemilukada Aceh tahun ini. Dengan penuh harapan, kita harus jatuhkan pilihan pada calon penentu kebijakan itu dengan rasa optimis yang besar. Walau nanti setelah beberapa tahun mereka memimpin, optimistik kita itu ternyata salah, itu perkara lain. Yang pasti kita memilih dengan pertimbangan objektif dan keyakinan tinggi untuk perbaikan masa depan Aceh yang lebih baik.

Kita tidak menginginkan Aceh kembali terpuruk dalam lubang kehancuran. Dari masa ke masa, perjalanan Aceh terus berjalan dengan segala kegundahannya. Sejak Belanda datang ke Ulee Lheue pada 26 Maret 1873, sampai kini Aceh masih gundah. Sedangkan fasilitas untuk menghilangkan kegundahan itu ada di tangan pemimpin Aceh ke depan.

Untuk membenahi Aceh, melalui Pemilukada inilah kesempatan itu. Karenanya, pilihlah orang yang paling baik di antara mereka. Yang paling baik dan bijaksana. Lupakan semua pemberian dan persahabatan yang bersyarat itu. Lupakan. Pemberian mereka terlalu kecil dibandingkan dengan masa depan Aceh yang suram karenanya.

Kini mari kita berkhidmad, merenungkan siapa yang terbaik di antara nama yang tertulis di kertas suara nanti. Berhati-hatilah teungku dan umi, berhati-hatilah bapak dan ibu, berhati-hatilah tuan dan puan. Bila pada Pemilukada ini kita salah pilih, maka amat besar akibatnya bagi kelangsungan Aceh ke depan.

Ini tidak bermaksud menggurui. Karena kebanyakan kita adalah pemilih yang objektif. Melalui forum ini, kita hanya ingin mengingatkan agar rakyat Aceh tidak mengulang keteledoran yang sama. Bila kita semua memilih orang yang menurut nurani kita paling bijaksana dan tepat menentukan kebijakan di Aceh, tentu akan menang orang yang tepat. Dan itu sebuah kemenangan rakyat. Tiada ada yang lebih baik kita lakukan di hari pencoblosan nanti, selain memilih orang yang paling bisa memperjuangkan nasib Aceh. Semoga![]

1 komentar

  1. Amirul says:

    Yang terbaik belum tentu yang mendapat hasil polling terbanyak. Tapi, musyawarahlah yang diutamakan…

KOMENTAR