Keutamaan Qurban

By admin at 26 November, 2009, 8:45 am

Besok kita akan merayakan hari Idul Adha 1430 H. Hakikat Idul Adha adalah pengorbanan, maka sering juga disebut Idul Qurban. Berkurban merupakan salah satu amal salih yang paling utama. Esensinya melalui pengorbanan harta berupa hewan yang disembelih pada Idul Qurban akan menghilangkan ketimpangan dalam masyarakat sekitar, minimal pada hari itu fakir miskin dan anak yatim juga akan menikmati santapan daging.

Nabi Muhammad dalam sebuah riwayat menegaskan kepada ummat yang memiliki kelebihan harta untuk melaksanakan qurban. Bila tidak, maka jangan dekati musahala Kami. Begitu kurang lebih sabda Nabi. Di sini Nabi menegaskan bagaimana orang-orang yang memiliki kelebihan harta tapi tidak berkurban, secara tidak langsung mengeluarkannya dari kelompok muslimin.

Hal ini dipertegas dengan pendapat para ulama yang menjelaskan bahwa hewan qurban pada hari Idul Adha lebih utama dari pada sedekah yang senilai atau harga hewan qurban atau bahkan sedekah yang lebih banyak dari pada nilai hewan qurban. Karena maksud terpenting dalam berqurban adalah mendekatkan diri kepada Allah.

Hukum menyembelih hewan qurban adalah sunnah muakkad bagi muslim, yang baligh dan berakal. Tiga hal yang barusan juga menjadi syarat atas setiap perintah yang wajib dan yang sunnah. Khusus untuk melaksanakan ibadah qurban, disyaratkan pula mampu secara ekonomi untuk melaksanakannya sebagaimana ibadah haji.

Islam tidak memberatkan qurban kepada penganutnya, karena hanya diperintahkan kepada orang-orang yang sudah memiliki kelebihan harta. Namun bukan pula menutup pintu qurban bagi yang belum sepenuhnyan mampu, karena qurban juga bisa dilakukan secara patungan (kolektif). Satu sapi misalnya untuk tujuh orang.

Hikmah dibalik qurban selain sebagai bentuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT, juga menumbuhkan kepekaan sosial terhadap masyarakat kurang mampu disekeliling kita. Selain itu juga agar setiap kita mengingat dan meneladani kesabaran Nabi Ibrahim dan Ismail alaihimas salaam, yang ini membuahkan ketaatan pada Allah dan kecintaan pada-Nya lebih dari diri sendiri dan anak. Pengorbanan seperti inilah yang menyebabkan lepasnya cobaan sehingga Ismail pun berubah menjadi seekor domba.

Namun janganlah menjadikan momentum qurban sebagai ajang untuk unjuk diri. Dalam artian berqurban untuk memperoleh kenaikan status sosial dalam masyarakat. Lebih dari itu jangan berqurban dengan harta yang tidak halal. Jika harta yang diperoleh dengan cara haram, korupsi misalnya, maka seluruh tindakan yang dilakukan dengan harta itu juga haram, meski niatnya untuk kebaikan.

Tentang hal ini dalam sebuah hadis Nabi bersabda. “Barang siapa yang mendapat harta dengan jalan haram, kemudian ia menyambung silaturahim dengan harta itu, atau bersedekah dengannya, atau menginfakkan di jalan Allah, di hari kiamat nanti ia dan seluruh harta itu akan dikumpulkan dan dilemparkan ke dalam api neraka”. Sungguh hadits itu memberi isyarat bahwa harta haram itu tidak bisa memberikan manfaat apapun bagi yang membelanjakannya. Alih-alih bermanfaat, bahkan ia diancam dengan api neraka.

Di zaman moderen seperti sekarang, untuk menjamin hegenisnya daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat banyak, dibutuhkan partisipasi pemerintah secara aktif melalui dinas terkait untuk mengawasi peredaran hewan qurban. Bagaimanapun di era keterbukaan seperti sekarang, sapi dari luar dengan mudah masuk ke Aceh, bukan hanya dari daerah sekitar Aceh semisal Sumatera Utara, tapi juga dari luar negeri, setelah kran impor sapi terbuka.

Peran dinas peternakan melalui karantina hwan yang masuk dari luar daerah harus ditingkatkan, karena penyakit sapi gila, antrak,s erta sapi gelonggongan adakalanya tersebar melalui sapi yang didatangkan dari luar. Meski demikian bukan berarti harus mengenyampingkan sapi dari dalam. Pemeriksaan terhadap ternak sapi di dalam daerah juga harus dilakukan.

Kepada para pembaca dan relasi kami segenap segenap wartawan dan karyawan HARIAN ACEH mengucapkan minal aidin wal faidin, maaf lahir batin, Selamat hari raya Idul Adha 1430 Hijriah.[]

Baca Juga >>

Banner

Categories : Tajuk Harian Aceh - 277 views


No comments yet.

Leave a comment