Timphiek

Histeria Budaya Kelisanan

By admin at 31 January, 2010, 6:39 pm

DALAM buku kumpulan esainya yang berjudul Women Womeni Lupus, Faruk, seorang Doktor Sastra UGM menulis tentang Histeria Budaya sebagai Pertemuan Kelisanan. Dalam esai tersebut ia mengungkapkan tentang perbedaan antara budaya lisan dan tulisan.
Secara khusus lagi, ia mengungkapkan tentang hysteria budaya yang terjadi saat ini dengan munculnya media elektronik yang memungkinkan subjek pembaca terpesona pada  sebuah [...]

Read More >>

Tergerusnya Permainan Anak-anak

By admin at 24 January, 2010, 12:08 am

Kehidupan anak-anak di pedesan dipenuhi dengan berbagai kreativitas dalam permainan lama. Permainan yang diwariskan secara turun temurun. Ada permainan yang menuntut kelihaian, kecakapan dan penalaran. Salah satunya dalam permaninan meusôm-sôm aneuék.
Dari namanya saja permainan ini sudah diketahui berbentuk menyembunyikan sesuatu, yakni sôm aneuek (menyembunyikan anak). Tapi anak yang dimaksudkan di sini bukanlah anak kecil, melainkan [...]

Read More >>

Masa Depan Anak di Depan TV

By admin at 16 January, 2010, 11:45 pm

HASIL survey Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI), setiap minggu anak-anak di Indonesia menghabiskan waktu rata-tara 35 jam di depan televisi (TV).  TV telah jadi ’ibu pengasuh’ kedua.
Tayangan televisi ikut mempengaruhi prilaku anak. Bahayanya, ketika banyak program TV yang tidak sesuai untuk anak-anak.  Misalnya, tayangan seks dan kekerasan. Anak-anak yang masih rentan daya kritisnya, akan mudah [...]

Read More >>

Peucicap dalam Budaya Aceh

By admin at 2 January, 2010, 11:33 pm

Masyarakat Aceh memiliki adat tersendiri dalam memperlakukan anak yang baru lahir. Adat peucicap dan peutron bak tanoh salah satunya.

Adat peucicap ini biasanya dilakukan pada hari ketujuh bayi lahir, yang disertai dengan cuko ok (cukur rambut) dan pemberian nama terhadap si bayi. Acara peucicap dilakukan dengan cara mengoles madu pada bibir bayi [...]

Read More >>

Nobel Sastra, antara Pram dan Doris

By admin at 27 December, 2009, 2:17 am

PENYERAHAN nobe sastra selalu memunculkan perdebatan setelahnya. Pro kontra bermunculan. Siapa yang lebih berhak dan apa alasannya menjadi tema ulasan
Beberapa tahun belakangan, menjelang pemberian hadiah nobel sastra, nama Pramoedya Ananta Toer santer dibicarakan. Pramoedya menjadi satu-satunya sastrawan dar Indonesia yang menjadi nominasi beberapa kali untuk memdapatkan hadiah sastra paling prestisius itu. Akan tetapi, meski sering [...]

Read More >>

Citra Manusia Resah dalam Puisi Penyair Aceh

By admin at 19 December, 2009, 11:55 pm

SEJUMLAH puisi penyair Aceh yang dimuat dalam berbagai antologi memperlihatkan citra manusia yang resah. Resah terhadap lingkungan, keadilan sosial dan ekonomi. Seperti dalam puisi-puisi karya penyair, Mohd Harun al Rasyid, Wiratmadinata dan Din Saja.
Seperti dalam puisi berjudul  “Nyanyian Orang Utan” Mohd Harun al Rasyid menceritakan bahwa  keadaan wilayah Leuser yang disebut-sebut sebagai paru-paru dunia telah [...]

Read More >>

TV Eng Ong Meudiwana ke Negeri Naga

By admin at 17 December, 2009, 6:57 am

KOMUNITAS penutur Aceh yang tergabung dalam TV Eng Ong,  melakukan meudiwana (lawatan) ke Aceh Selatan, selama empat hari, yakni ke Kecamatan Sawang, Tapaktuan, Bakongan dan Kluet Timur.
Acara yang diprakarsai Komunitas Tikar Pandan ini merupakan bagian dari kampanye trauma healing dan kesehatan. Dalam pertunjukannya di negeri naga tersebut, TV Eng Ong mengangkat isu-isu tentang perdamaian, kesehatan [...]

Read More >>

Adat Sebagai Pilar Pemerintahan

By admin at 5 December, 2009, 11:36 pm

ADAT ngon hukom lagee zat ngon sipeut, syit ka hanjeut meupisah dua. Dalam khasanah Aceh, adat selalu berjalan seiring dengan (hukum) pemerintahan. Kejaan Kerajaan Aceh tak lepas dari peranan keduanya.
Untuk membangkitkan kembali ke-Aceh-an, adat dan budaya harus direvitalisasi kembali. Aceh harus kembali melihat sejarah masa lalu yang mulai pudar. Sejarah mencatat, provinsi ini selalu menselaraskan [...]

Read More >>

Mé Gaténg dalam Adat Aceh

By admin at 21 November, 2009, 10:09 pm

Masyarakat Aceh memiliki adat istiadat yang mengatur siklus kehidupan, mulai dari adat semasa kelahiran, kanak-kanak, dewasa, tua, sampai kematian. Di setiap tingkatan usia itu adat istiadat yang berlaku berbeda-beda. Salah satunya tentang mé gaténg atau mè bu kulah kepada ibu hamil. Biasanya dilakukan pada kelahiran pertama.
Adat mengantar nasi (mee bu) dilakukan saat pengantin wanita (dara [...]

Read More >>