Cerpen
Isabel Lengiesasa
By admin at 31 January, 2010, 6:46 pm
ISABEL tertangkap basah sedang bersunyi-sunyi di sebuah rumah sunyi di kampung sunyi. Para warga melaporkannya ke kantor penegak hukum agamais yang berada tak jauh dari kampung tersebut. Sebuah komplotan dengan seragam resmi yang menandakan mereka orang-orang yang siap mendirikan hukum agama di negeri itu-negeri yang memang masyhur dengan ketaatan beragama- turun dari mobil dinas [...]
Read More >>Psikopat
By admin at 24 January, 2010, 4:49 pm
TAK ada cela padanya dalam setiap pandangan orang lain. Bahasa yang terbit dari mulutnya penuh dengan keteraturan yang menunjukkan bahwa ia pribadinya terbangun dari keluarga dan lingkungan orang-orang berpendidikan. Ia laki-laki Pendiam. Peramah dan suka menyendiri; tiga hal inilah yang selalu diingat oleh orang-orang yang mengenalnya setelah koran-koran memberitakan kesadisannya.
Sebaliknya, ia, menurut beberapa wanita yang [...]
Muskala Devi in Galle
By admin at 16 January, 2010, 11:55 pm
YASHIMA Merali, nama kecilmu. Guru sekolah dasarmu salah menulis namamu, saat ia tulis itu teringat nama anaknya yang telah meninggal. Sejak itu namu Muskala Devi. Ibumu mengatakan sejak ganti nama, dirimu lebih cerdas seakan ide dewi langit menyertai pikiranmu.
Dewi langit yang dipercaya kakekmu, tapi ayahmu, ibumu dan kau kini memakai cadar dan jubah hitam budaya [...]
Sepeda Tua
By admin at 11 January, 2010, 12:32 pm
HUJAN deras yang sesekali diiringi petir, menggetarkan bumi. Sore itu jalan raya menuju desa tempat kediaman Ustaz Usman terlihat sangat sepi. Namun, di bawah guyuran hujan, pria yang kini berusia sekitar 60-an tahun itu tetap mengayuh sepeda tua miliknya. Ia berharap agar segera tiba di rumah. Istirahat sejenak, lalu usai shalat magrib nanti kembali menuju [...]
Read More >>Surat Buat Darwati
By admin at 2 January, 2010, 11:39 pm
Oleh Renvanda
Kutulis surat ini setelah kita lima tahun tak bertatap muka. Izinkan aku memanggilmu dengan kata sayang, sebagai bagian untuk kembali pada masa lalu bersamamu.
Sayang! Surat ini tak sama seperti suratku lima tahun lalu. Kali ini aku tak bercerita tentang romantika cinta kita tempo dulu, ketika aku meninggalmu di Belanda. Aku menganggap kisah kita [...]
Mahligai Ternoda
By admin at 27 December, 2009, 2:24 am
NISA, itulah namaku. Ibu dua anak dari suami yang hidup penuh kesederhanaan. Kami bahagia meski jauh dari kesan mewah. Dari dulu ketika kami masih tinggal di tepi pantai, lusinan janji telah terucap untuk saling setia.
Hari-hari aku larut dalam lamunan silam. Kedua anakkku menghampiri memberitahuku bahwa azan sudah dikumandangkan. Usai menghadap Illahi, kami makan bersama. Suamiku [...]
Bangkai
By admin at 17 December, 2009, 7:04 am
ENTAH sejak kapan aku mulai tak lagi merasakan kenyamanan di rumah ini. Mungkin sejak aroma-aroma aneh itu muncul di rumah kami. Aku tak ingat kapan persisnya. Tapi seingatku, sejak setahun lalu pohon Seulanga yang kutanam di depan rumah kami tak lagi mengeluarkan bau harum. Biasanya wanginya yang khas pelan-pelan akan masuk ke kamar tidur kami. [...]
Read More >>Ziarah
By admin at 5 December, 2009, 11:43 pm
“Bukan aku yang membunuh bapakmu. Tapi dia datang ke sini untuk mati!”
Suara itu masih ada di sini. Itu suaramu, emak. Jelas sekali aku mendengar itu keluar dari mulutmu. Kata-kata itu hinggap dalam ingatanku. Aku tak akan pernah mungkin melupakanya.
Sebelumnya, aku mendengar bapak berteriak keras sekali. Teriakan yang keluar memenuhi ruang hampa kamarku. Rumah yang sebelumnya [...]
Marah
By admin at 21 November, 2009, 10:13 pm
LELAKI itu duduk di rangkang lapuk ditengah-tengah ladang peninggalan orang tuanya yang telah lama pergi meningkan dunia untuk menghadap sang khalik. Lelaki bertubuh besar dan berkulit hitam itu tampak sedang memperhatikan setiap tanaman yang ada di dalam kebun yang tidak terlalu luas itu.
Lelaki berbadan tegap dan berkulit hitam itu adalah teman sepermainanku. Perkerjaan sehari-harinya hanya [...]












