SABAN awal tahun baru para saudagar selalu membaca peluang pasar. Harga barang bakal meroket karena antara Januari dan April merupakan tahun anggaran. Pemerintah biasanya menaikkan harga-harga barang, terutama minyak dan gas bumi. Lalu merembetlah kenaikan itu kepada berbagai barang lainnya, utamanya kebutuhan pokok rakyat.
Itulah tradisi tahunan yang terjadi di negeri ini. Para saudagar kita melihat ada rejeki besar yang menanti di mulut tahun baru kuartal pertama. Kondisi seperti ini sudah menjadi tradisi pasar. Sudah dianggap lumrah bagi konsumen dan produsen. Tidak ada protes. Lalu, satu kejadian lagi, saat kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) merata jadwalnya secara nasional, kembali kenaikan barang terjadi pula bagaikan sudah diaba-abakan. Dengan serentak, kenaikan harga itu membuat PNS “mati kutu”. Hutang yang mau mereka tutup menjadi pemeo, “Gali lubang tutup lubang”. Read the rest of this entry »