Subscribe:Posts Comments

You Are Here: Home » Tajuk Harian Aceh » Bupati Abdya Terusik Lagi

Setelah beberapa waktu lalu dihebohkan kasus foto indehoi, kini Bupati Aceh Barat Daya Akmal Ibrahim diusik lagi dengan dugaan ikut menikmati dana haram terkait kasus penyimpangan DAK tahun 2007.

Jauh sebelumnya, Akmal Ibrahim juga terlibat perseteruan dengan Ketua DPRK Abdya (periode lalu) Said Samsul Bahri. Biang konflik itu tak jelas benar penyebabnya. Konon, keduanya teman dekat. Samsul yang juga Ketua Partai Amanat Nasional Kabupaten Aceh Barat Daya, pendukung Akmal selama masa kampanye bupati berlangsung.

Terkait indikasi korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2007, pada Senin (21/12) lalu, Kejaksaan Negeri Blangpidie menahan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Abdya Drs Nasruddin MHum. Bersama Nasruddin, turut ditahan dua tersangka lainnya, yakni Ermisal SPd (mantan Sekretaris Dinas Pendidikan) dan Idrus Hasan SPd (pengendali).

Sebelum dibawa ke Lapas Tapaktuan, tersangka Nasruddin sempat mengakui adanya arahan dari Bupati Abdya terkait penyimpangan DAK 2007. Bahkan Nasruddin mengaku telah menitipkan sejumlah dana hasil fee dari program DAK 2007 itu kepada Bupati Akmal Ibrahim. “Memang ada kita berikan ke bupati yang mungkin semacam pinjaman,” ujarnya.

Dugaan keterlibatan Bupati Akmal dalam kasus tersebut diperkuat dengan adanya bukti pemberian dana Rp115 juta kepada dirinya. Dana tersebut diserahkan langsung oleh tersangka Nasruddin ke Bupati Akmal Ibrahim melalui istrinya, Ny Ida Agustina.

Kejari Blangpidie diminta mengusut tuntas dugaan keterlibatan Bupati Abdya tersebut. “Informasi awal adanya penyerahan sejumlah dana kepada Bupati Akmal bisa dijadikan pijakan dalam mengusut adanya indikasi keterlibatan orang nomor satu di Abdya itu,” ujar Koordinator Badan Pekerja GeRAK Askhalani, Selasa (22/12).

Akankah kasus ini bisa dilewati Akmal dengan baik seperti dalam kasus yang sudah-sudah? Mau tidak mau memang harus dilaluinya dengan berbagai konsekuensi sekali pun. Karena, sandungan semacam ini memang sudah diperhitungkannya sebelum memutuskan untuk terjun ke ranah politik praktis.

Sebagai mantan wartawan, dia tentunya tahu betul bahwa berpolitik adalah upaya meraih kekuasaan sah secara hukum melalui jalur demokrasi. Berpolitik juga ibadah untuk kemaslahatan anak negeri dan seisi alam. Tapi politik menjadi kotor di tangan para pemain yang juga kotor akhlaknya. Hal ini membuat terhambatnya pembangunan di kabupaten yang baru saja mekar itu. Semoga semuaannya lekas berlalu, sehingga pembangunan Abdya ke depan tidak terhalang perilaku korup para pejabatnya.[]

Baca Juga >>

Leave a Reply

© 2009 BLOG HARIAN ACEH · Subscribe:PostsComments · Designed by Theme Junkie · Powered by WordPress