Babat Habis Gerombolan Penculik!
By admin at 12 November, 2009, 10:57 am
PENCULIKAN warga berduit masih saja terjadi di era damai Aceh. Biasanya mereka meminta ratusan juta rupiah uang tebusan. Bahkan, kini para penculik kini juga mengincar anak-anak, seperti yang dialami Siti Amelia, 6 tahun, siswi kelas I SD Negeri 2 Banda Aceh, Selasa (10/11).
Untungnya, gadis kecil itu hanya menjadi korban salah culik yang dilepas kembali karena orang tuanya hanya tukang bengkel. Kejadian ini benar-benar mengagetkan kita. Kini para penculik sudah meluaskan sasaran. Sepertinya, nyali para penculik begitu besar. Mereka sama sekali tak kuatir dengan berbagai ancaman hukuman yang menantinya bila kasus tersebut terungkap.
Dari peristiwa itu, kita mendapat dua hal sekaligus. Pertama, longgarnya pengawasan di sekolah. Kedua, aparat keamanan perlu lebih cepat lagi melakukan kerja investigasi dan penumpasan kelompok-kelompok penculik di Aceh.
Kita berharap aparat kepolisian benar-benar dapat memberikan situasi kondusif untuk berusaha dan hidup aman di Aceh. Pemerintah Aceh yang kini begitu gencar berupaya mengundang para investor, tentu perlu dukungan yang signifikan pula dari segi keamanan. Bukan hanya untuk para investor atau pendatang dari negeri asing, melainkan juga bagi para pengusaha dan warga yang mukim di Aceh.
Kita mendukung upaya-upaya aparat hukum untuk membuat Aceh aman dan investor berbondong datang, agar kesejahteraan bagi rakyat Aceh pun segera terwujud. Kita tak pernah mendukung dan selalu mengecam siapa pun yang melakukan keonaran, mempromosikan praktik kekerasan yang membuat orang tak bersalah menjadi korban.
Pihak Komite Peralihan Aceh (KPA), Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta seluruh masyarakat Aceh, kita imbau agar lebih mendukung kerja-kerja polisi. Agar mereka dapat mengungkap setiap kejahatan dengan lebih baik. Agar kita benar-benar dapat membangun negeri ini dari keterpurukan ekonomi dan citra miring yang selalu dilekatkan pada masyarakat di Serambi Mekkah ini.
Pemerintah Aceh, para politisi, dan anggota parlemen lokal serta tokoh-tokoh masyarakat Aceh, bersegeralah duduk dan bermufakat serius. Terutama, untuk lebih memfokuskan perhatian kepada kepentingan segala lapisan masyarakat. Agar dapat menjadikan Aceh, benar-benar sebagai negeri darussalam, yang bermukim masyarakat secara damai, tenteram dan makmur. Tinggalkanlah kebiasaan bersitegang untuk kepentingan sepele, seperti menyangkut kepentingan diri dan kelompok politik sendiri.
Damai menjadi abadi di Aceh, merupakan keinginan banyak pihak. Hanya beberapa kelompok saja yang berupaya mengganggu. Mereka, antara lain, adalah pelaku kriminal. Jadi, pihak keamanan tentu mampu memilah, yang melakukan tindak kriminalitas dan warga yang terpaksa melanggar aturan, hanya sekedar mencari bekal untuk mengisi perut dan menghidupi keluarganya.
Hukum patut ditegakkan dengan tegas dan adil. Kita yakin, aparat kepolisian di Aceh, sudah cukup mampu mendeteksi dan dapat mematahkan segala ancaman kriminalitas yang bertabur di seluruh penjuru Aceh. Semoga saja begitu![]














No comments yet.