Oleh Mifta S
Berangkat dari latar belakang konflik berpuluh – puluh tahun di Aceh, film ini kemudian lahir. Konflik yang menyebabkan ribuan orang meninggal dari berbagai pihak, baik sipil, Gerakan Aceh Merdeka, dan TNI.
Sejak diterapkannya Daerah Operasi Militer (DOM) 1989-1998 hingga beberapa penerapan operasi militer setelahnya, di Aceh terdapat banyak sekali janda yang suaminya dibunuh atau bahkan hilang secara paksa. Tak jarang anak kecil mendapati rumahnya sudah dibakar dan bapaknya sudah tidak ada.
Namun para janda tersebut terpaksa mengesampingkan duka – citanya yang amat besar karena harus mengambil alih peran kepala keluarga. Bagaimanapun mereka dituntut untuk mensiasati hidup dengan berkerja keras sehingga dapat memberi makan dan menyekolahkan anak – anaknya.
Tentu saja beban psikologis yang mereka tanggung menjadi berlipat; tidak saja perasaan ketakutan karena hidup dalam suasana perang, mereka juga harus merelakan suami yang dibunuh secara tiba – tiba, kemudian harus melindungi anak dan diri sendiri, serta harus menghadapi berbagai krisis lainnya tanpa tahu kemana harus mengadu diakibatkan oleh hilangnya rasa percaya terhadap orang lain.
Seperti Sa’adah yang harus menyadap getah karet setiap harinya untuk menghidupi keluarga setelah mendapati mayat suaminya yang dibuang ditempat memasak Nilam.
Hal – hal inilah yang kemudian coba diangkat dalam film Badee tan Reuda produksi Tifa. Film ini lebih menyoroti keadaan perempuan Aceh yang hidup saat konflik berlangsung.
Cerita – cerita para korban konflik ini kemudian dikontraskan dengan keadaan pemerintahan Indonesia di Jakarta yang sedang mempersiapkan Operasi Militer, kesiapan TNI yang diberangkatkan, hingga kepulangan anggota TNI yang dipulangkan setelah gugur di Aceh.
Film yang telah memenangkan penghargaan utama sebagai film dokumenter terbaik di Jiffest 2003 ini menyadarkan kita bahwa kasus pelanggaran HAM di Aceh belum diselesaikan sampai sekarang. Film ini juga mengangkat sebuah pertanyaan besar ke permukaan, Benarkah solusi militer yang paling kita butuhkan?[]
Judul : Badee tan Reuda
Sutradara : Lexy RambadetaDurasi : 26 menit
Produksi : Yayasan Tifa
ini baru namanya film,
jangan film suster keramas……
hehehe……..
nice post……