Archive for October, 2009

“Seandainya Habibie Masih Bikin Pesawat Terbang…”

By admin at 28 October, 2009, 3:15 am

Jual-beli dengan cara menukar barang dengan barang atau yang disebut barter, adalah perilaku ekonomi pasar paling tua yang pernah dikenal manusia. Ternyata, di sebuah wilayah pedalaman Kabupaten Pidie, barter masih berlaku hingga kini. Yaitu di Geumpang. Apakah ini bermakna kemajuan sistem perekonomian belum menyentuh wilayah pegunungan itu?
Sistem barter yang masih dilakukan masyarakat di wilayah dingin [...]

Read More >>

Benang Merah Perjuangan Bangsa

By admin at 28 October, 2009, 3:12 am

Hari ini, 28 Oktober 2009, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Sumpah Pemuda. Mengenang ikrar para pemuda yang dibacakan pertama kali pada Kongres Pemoeda di Waltervreden (sekarang Jakarta), 27-28 Oktober 1928.
Sumpah Pemuda, sama halnya dengan Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908 dan Proklamasi 17 Agustus 1945 yang merupakan ‘benang merah’ sejarah perjuangan untuk mencapai Indonesia yang berdaulat.
Aneka [...]

Read More >>

Generasi Bermental Buruh

By admin at 27 October, 2009, 12:08 am

Menjadi pegawai negeri sipil masih jadi incaran angkatan kerja di negeri ini. Sejak beberapa hari belakangan, warga di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Aceh, disibukkan oleh segala keperluan administrasi sesuai dengan persyaratan yang ditentukan pada penerimaan CPNS 2009.
Timbul pertanyaan di benak kita, benarkah keinginan untuk menjadi pegawai negeri itu keluar dari hati nurani mereka sendiri? [...]

Read More >>

Galau

By admin at 25 October, 2009, 5:50 pm

Hatinya sedang galau. Telinganya disapa bisik-bisik angin sengau. Diantara pala-pala yang berjejer tak beraturan, dia tertunduk lesu tanpa suara. Matanya yang dipenuhi air-air luka disembunyikan diantara kedua paha yang diikat erat dengan kedua tangannya yang bersilangan. Hatinya sedang gebalau, angin yang kian kuat mengacak-acak rambutnya dirasakan begitu saja. Tadi dia lari dari rumahnya, membawa hati [...]

Read More >>

Sastra di Aceh Sedang Sakit

By admin at 25 October, 2009, 5:48 pm

“Jadilah perubahan yang anda ingin saksikan di dunia.” Mohandas K Ghandi.
Terlepas dari semua khayalan tentang masa silam, tentang Hamzah Fansuri yang agung, simpanlah ephoria jaya itu. Kini pikirkanlah yang sedang terjadi dan menuju ke arah manakah sastra di Aceh. Menuju puluralisme keacehan atau menuju pada kejumudan yang picik.
Dapat dibanggakan, munculnya lembaga menulis lepas seperti Sekolah [...]

Read More >>

Sayam dalam Budaya Aceh

By admin at 25 October, 2009, 5:42 pm

Sayam dikenal sebagai sebuah kearifan dalam menyelesaikan sengketa berdarah. Sering juga disebut sebagai diyat, yakni uang pengganti tumpahnya darah. Ada sisi menarik dari prosesi adat pemberian sayam, termasuk opera balas dendam tanpa ada korban baru.

Pemberian sayam dilakukan melalui prosesi adat peusijuk meulangga. Tepung tawar akibat pelanggaran ini dilakukan untuk mendamaikan perselisihan atau pertengkaran, [...]

Read More >>

Tsunami Cinta

By admin at 25 October, 2009, 5:39 pm

Coretan di dinding itu masih menyisakan beberapa kata yang bisa dibaca oleh siapapun. Kata-kata kekecewaan seorang pria kepada wanita yang sangat dicintainya. Wanita yang selalu dikenalkan pada teman-teman dekatnya. Mungkin dia terlalu istimewa, karena ada satu kalimat yang membuatku meradang membacanya. Kalau aku tidak salah membaca kalimatnya ditulis seperti ini; “aku menyesal berangkat ke kota [...]

Read More >>

Belajar dari Doris Lessing

By admin at 25 October, 2009, 5:37 pm

Doris Lessing peraih nobel sastra tahun 2007 dikenal lewat karya-karyanya tentang rasial. Pada tahun 1950 penulis kelahiran Rusia 22 Oktober 1919 ini sudah dikenal lewat novel The Grass is Singing (1950). Sebuah novel yang berbicara tentang hubungan antara istri petani kulit putih dan budak kulit hitamnya. Sebuah cerita bertema cinta-benci yang lahir di tengah konflik [...]

Read More >>

Sastra Indonesia Modern Versi Bakri Siregar

By admin at 25 October, 2009, 5:35 pm

Buku Sejarah Sastra Indonesia Modern Jilid 1 karya Bakri Siregar (1964) memperlihatkan bahwa subjektivitas penulis sejarah—termasuk sejarah sastra Indonesia—senantiasa tampak dalam buku yang dihasilkannya.
Bakri Siregar merupakan pimpinan pusat Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) yang juga menjabat sebagai Ketua Akademi Sastra dan Bahasa “Multatuli” Jakarta dan Guru Besar Sastra Indonesia Modern di Universitas Peking. Pascaperistiwa G30S 1965, [...]

Read More >>