Verifikasi Parlok di Ambang Pintu

PARTAI lokal (Parlok) tampaknya sedang menjadi buah bibir dan penantian masyarakat. Mungkin saja ini eranya Parlok. Tapi apakah semua Parlok akan dapat peluang? Tergantung banyak hal.

Peluang itu terletak antara lain dari nama, ideologi kejuangan, simbol atau lambang, bendera, tokoh-tokohnya, programnya. Semua ini akan banyak menentukan peluangnya.

Peluang paling besar tentu dari nama partai. Lalu, lambang dan tokoh. Nah di sini, tampaknya yang amat kuat adalah Partai GAM dan Partai Sira. Dari namanya saja sudah mudah diingat masyarakat. Lalu lambang benderanya, tokoh-tokohnya, sudah menjadi jaminan beroleh dukungan dari mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka. Apapun program yang mereka buat, siapa pun tokoh yang ditempatkan dalam daftar calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan kabupaten/kota, tidak ada masalah.

Kedua partai ini akan menjadi petarung yang amat kuat untuk mengalahkan partai-partai nasional seperti Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat. Tetapi terhadap Partai Keadilan Sejahteta (PKS) tidak akan bergeser jauh karena inilah partai kader yang paling kuat di Aceh.

Kendati kekuatan massanya masih di bawah PPP, PKS memiliki sistem rekrutmen yang tangguh dan meyakinkan. Kaderisasi yang kontinyu, rekrutman anggota dengan sistem multi level, menjadikan PKS memiliki anggota yang memegang prinsip-prinsip kejuangan umat dibandingkan partai yang berideologi agama Islam lainnya.

PKS dibangun dengan dasar-dasar kejuangan umat yang langsung menyentuh masalah pokok yang dihadapi negara yakni pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, nepotisme (KKN). Langsung menukik pada program paling utama yang menjadi sorotan masyarakat.

Di Jakarta, dalam pemilihan langsung gubernur, kendati dikeroyok banyak partai, mereka kalah dengan sangat terhormat.

Nah, dalam Pemilu 2009 tak lama lagi, inilah partai nasional yang paling siap menghadapi partai-partai lokal.

Dari sisi figur, muncul nama Partai Aman Sejahtera pimpinan Ghazali Abas Adan yang flamboyan. Sosoknya dikenal luas di Aceh. Padahal ia bermukim di Jakarta sejak lama. Sudah cukup banyak makan asam garam politik. Pernah diperlakukan tidak senonoh oleh tentara. Ditahan, ditendang tapi ia makin berkibar saja.

Dari sisi pergerakan dan organizing, sebuah partai sekuler, Partai Rakyat Aceh (PRA) yang punya induk di Jakarta, dikenal memiliki kekuatan kejuangan yang kuat. Terdiri dari anak-anak muda eks SMUR. Mereka pekerja keras dan tangguh. Memiliki asas-asas kejuangan sosialisme kiri.

Tapi dari segi nama dan kejuangan keagamaan, sosialisme kanan, Partai Lokal Aceh (P.L.A) bisa memberikan alternatif yang kuat dan meyakinkan untuk maju ke gelanggang. Partai ini menggunakan lambang Masjid Raya Baiturrahman. Dan tampaknya akan menyedot massa yang fanatik pada kejuangan agama Islam. Partai ini dipimpin oleh HM Munir Azis. PLA akan bersaing juga dengan Partai Gapthat yang berlambangkan kalimat Allah. Partai ini dipimpin Tgk. H. Abu Lampisang.

Kini yang menjadi kewajiban Parlok adalah melakukan verifikasi secepatnya ke Kanwil Kehakiman. Langkah verifikasi ini akan menentukan lolos tidaknya mereka. Atau berbagai kekurangan yang terdapat bisa diperbaiki.

Kita juga mengendus, ada upaya-upaya Jakarta menekan sejumlah Parlok yang dianggap bakal merugikan partai nasional yang saat ini sudah eksis di Aceh. Mudah-mudahan, tidak timbul konflik vertikal antara Aceh dengan Jakarta dalam verifikasi ini.

Bila Februari jadwal verifikasi ini dilalaikan partai lokal, berarti mereka membuang peluang yang sudah di muka matanya. Mudah-mudahan saja tidak satu Parlok pun yang mundur di tengah miskinnya dana operasional.

Dalam urusan dana ini, sangat menentukan berhasil tidaknya Parlok meraih simpati masyarakat. Betapa akan ramainya bendera partai, umbul-umbul, pamflet mewarnai kota-kota dan pelosok desa. Semua itu dengan dana yang lumayan besar. Dari sisi dana, partai nasional tidak begitu bermasalah.

Kita nantikan saja langkah-langkah verifikasi dan bagaimana Parlok menghimpun dana, membangun jaringan. Pasti ini bukan kerja gampang.[]


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

AddThis Social Bookmark Button

One Response to “Verifikasi Parlok di Ambang Pintu”

  1. agam purnama Says:

    menurut logika awam saya, untuk menentukan mana partai yang bisa mengakomodir kepentingan kita sebagai masyarakat, tetap saja dari segi program politiknya, mana program partai yang bener-bener menyentuh hajat hidup rakyat.

Leave a Reply